Kalau kamu sedang belajar bahasa Inggris, salah satu hal penting yang wajib banget kamu pahami adalah verb alias kata kerja. Soalnya, tanpa verb, sebuah kalimat nggak bakal lengkap. Bisa dibilang, verb itu “nyawa”-nya kalimat. Nah, di artikel ini kita bakal bahas tuntas mulai dari pengertian verb, jenis-jenisnya, contoh penggunaannya, sampai fungsinya dalam kalimat. Yuk, kita kupas satu per satu dengan bahasa yang santai!
Apa Itu Verb? (Pengertian Verb)
Sebelum masuk ke macam-macamnya, yuk kenalan dulu sama apa itu verb.
Secara sederhana, pengertian verb adalah kata yang menunjukkan aksi (action) atau keadaan (state). Jadi, verb bisa menggambarkan sesuatu yang kita lakukan, atau kondisi yang sedang terjadi.
Contoh gampangnya gini:
I forget to call you yesterday.
(Aku lupa meneleponmu kemarin.)
Nah, di kalimat ini ada tiga verb: forget, call, dan be.
Kata forget menunjukkan kondisi “lupa”, sedangkan call menggambarkan aktivitas “menelepon”. Jadi, dari sini bisa kita lihat bahwa verb bisa menyatakan tindakan sekaligus keadaan.
Kalau disimpulkan, pengertian verb adalah kata yang berfungsi untuk menyatakan perbuatan, kegiatan, atau keadaan dari subjek dalam sebuah kalimat. Tanpa verb, rangkaian kata cuma akan jadi frase atau potongan kalimat yang belum bermakna sempurna.
Jenis-jenis Verb dalam Bahasa Inggris
Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling seru: jenis-jenis verb. Verb itu ternyata punya beberapa kategori, lho! Setiap kategori punya ciri khas dan cara pakainya sendiri. Yuk kita bahas satu per satu.
- Dynamic Verb dan Stative Verb
Kalau dilihat dari maknanya, verb bisa dibagi jadi dua kelompok besar: dynamic verbs dan stative verbs.
- Dynamic Verb (Action Verb)
Dynamic verb adalah kata kerja yang menunjukkan aksi nyata alias hal-hal yang bisa kamu lakukan secara fisik atau mental. Karena itu, dynamic verb sering juga disebut action verb.
Contoh:
run (berlari), dance (menari), write (menulis), drive (mengemudi), swim (berenang), cook (memasak), jump (melompat), laugh (tertawa).
Contoh kalimat:
She runs every morning.
(Dia berlari setiap pagi.)
Di sini, runs menunjukkan tindakan nyata yang bisa dilihat dan dilakukan.
- Stative Verb
Berbeda dengan dynamic verb, stative verb menunjukkan kondisi, perasaan, atau pikiran yang tidak terlihat tapi dirasakan.
Contohnya:
love (mencintai), know (mengetahui), believe (percaya), own (memiliki), like (menyukai), remember (mengingat), need (membutuhkan).
Contoh kalimat:
I believe you.
(Aku percaya padamu.)
Kata believe di sini bukan tindakan yang bisa dilihat, tapi menggambarkan keadaan batin seseorang. Nah, dari sini bisa kita simpulkan bahwa salah satu ciri utama stative verb adalah nggak bisa digunakan dalam bentuk continuous tense (nggak bisa bilang “I am believing you”, misalnya).
- Regular Verb dan Irregular Verb
Kalau jenis yang ini dibedakan berdasarkan perubahan bentuk kata kerja ketika masuk ke bentuk lampau (past tense dan past participle).
- Regular Verb
Regular verb adalah kata kerja yang bentuk keduanya (V2 dan V3) berubah secara beraturan, yaitu dengan menambahkan akhiran -ed atau -d di akhir kata.
Contoh:
| V1 | V2 | V3 |
| play | played | played |
| work | worked | worked |
| clean | cleaned | cleaned |
| study | studied | studied |
| dance | danced | danced |
Contoh kalimat:
They played football yesterday.
(Mereka bermain sepak bola kemarin.)
- Irregular Verb
Nah, kalau irregular verb justru bentuknya tidak beraturan, jadi kamu harus hafal satu-satu. Bentuk V2 dan V3-nya sering kali berubah total, bahkan kadang tetap sama.
Contoh:
| V1 | V2 | V3 |
| go | went | gone |
| eat | ate | eaten |
| see | saw | seen |
| buy | bought | bought |
| run | ran | run |
Contoh kalimat:
I ate sushi last night.
(Aku makan sushi tadi malam.)
Dari dua jenis ini, bisa kita simpulkan bahwa memahami regular dan irregular verbs penting banget buat menguasai tenses dalam bahasa Inggris.
- Transitive dan Intransitive Verb
Kalau dibedakan dari butuh tidaknya objek, verb terbagi jadi dua jenis: transitive verb dan intransitive verb.
- Transitive Verb
Transitive verb adalah kata kerja yang butuh objek untuk melengkapi makna kalimat. Tanpa objek, kalimatnya bakal terasa janggal atau belum lengkap.
Contoh:
She bought a new phone.
(Dia membeli ponsel baru.)
Kata bought butuh objek (a new phone). Kalau cuma bilang “She bought”, pembacanya pasti bertanya, “Beli apa?”
Transitive verb juga punya dua bentuk:
- Monotransitive verb → hanya butuh satu objek.
Contoh: I read a book. - Ditransitive verb → butuh dua objek: objek langsung (DO) dan tidak langsung (IO).
Contoh: He gave me a present.
(me = IO, a present = DO)
- Intransitive Verb
Berbeda dengan transitive, intransitive verb tidak butuh objek. Kalimatnya tetap bisa dimengerti walau tanpa tambahan apa pun.
Contoh:
The baby sleeps.
(Bayi itu tidur.)
Kata sleeps udah jelas tanpa perlu objek. Tapi kadang intransitive verb bisa diikuti adverb atau complement, contohnya:
She runs quickly.
(Dia berlari dengan cepat.)
He became a teacher.
(Dia menjadi seorang guru.)
Yang pertama pakai adverb (quickly), dan yang kedua menggunakan linking verb (became) diikuti complement (a teacher).
Linking Verb: Kata Penghubung dalam Kalimat
Selain tiga kategori di atas, ada juga linking verbs alias kata kerja penghubung. Fungsi utamanya bukan menunjukkan aksi, tapi menghubungkan subjek dengan kata pelengkap (complement).
Contoh linking verbs yang sering dipakai:
be (am, is, are, was, were), become, seem, look, taste, feel, appear, sound, remain.
Contoh kalimat:
She is smart.
(Dia pintar.)
The soup tastes delicious.
(Supnya terasa enak.)
Linking verb sering diikuti adjective atau noun sebagai pelengkap makna kalimat.
Fungsi Verb dalam Kalimat Bahasa Inggris
Nah, setelah tahu pengertian dan jenis-jenisnya, sekarang kita bahas fungsi verb dalam kalimat. Secara umum, verb punya dua fungsi utama:
- Verb Sebagai Ordinary Verb (Kata Kerja Utama)
Ini adalah verb yang membawa makna utama dari sebuah kalimat. Tanpa ordinary verb, kalimat nggak akan punya arti yang jelas.
Contoh:
We study English every day.
(Kami belajar bahasa Inggris setiap hari.)
Kata study di sini adalah verb utama yang menunjukkan tindakan.
Kalimat seperti ini disebut kalimat verbal, yaitu kalimat yang verb-nya bukan anggota dari be (am, is, are, was, were).
Contoh lain:
John agreed to help.
Bella has arrived safely.
Kalimat di atas jelas punya verb utama yang bukan “be”.
Sementara itu, kalau kalimatnya menggunakan verb “be” sebagai kata kerja utama, disebut kalimat nominal.
Contoh:
The students are happy.
He was a doctor.
They will be at home tomorrow.
- Verb Sebagai Auxiliary Verb (Kata Kerja Bantu)
Selain sebagai kata kerja utama, verb juga bisa berfungsi sebagai kata kerja bantu atau auxiliary verb.
Nah, auxiliary verb ini tugasnya membantu kata kerja utama untuk membentuk tenses, voice, atau mood.
Contohnya: be, have, has, had, do, does, did, will, shall, can, may, might, must, dan sebagainya.
Contoh kalimat:
She is writing a letter.
(Dia sedang menulis surat.)
They have finished the project.
(Mereka telah menyelesaikan proyek itu.)
He did not come yesterday.
(Dia tidak datang kemarin.)
Kalau kamu perhatikan, auxiliary verb selalu muncul sebelum kata kerja utama.
Kesimpulan
Dari pembahasan panjang di atas, bisa kita simpulkan bahwa verb adalah komponen paling penting dalam bahasa Inggris. Secara umum, pengertian verb adalah kata yang menunjukkan tindakan atau keadaan dari subjek. Verb juga punya beragam jenis: mulai dari dynamic dan stative verbs, regular dan irregular verbs, sampai transitive dan intransitive verbs.
Selain itu, verb juga bisa berfungsi sebagai kata kerja utama (ordinary verb) atau kata kerja bantu (auxiliary verb). Jadi, kalau kamu ingin kalimat bahasa Inggrismu terdengar natural dan benar, kamu wajib banget memahami pengertian verb dan cara penggunaannya.
Coba deh, mulai sekarang perhatikan setiap kali kamu baca teks bahasa Inggris pasti selalu ada verb di dalamnya. Karena tanpa verb, kalimat nggak akan bisa hidup!
Baca artikel lainnya