Kalau kamu lagi belajar tenses bahasa Inggris, pasti pernah merasa pusing karena jumlahnya banyak banget. Belum kelar memahami satu, eh muncul lagi bentuk lain yang bikin mikir dua kali. Salah satunya adalah Past Future Continuous Tense, sebuah tense yang sebenarnya jarang banget dipakai dalam percakapan sehari-hari, tapi tetap penting buat dipahami apalagi kalau kamu mau menulis cerita, membuat kalimat conditional, atau menyampaikan kejadian yang “akan sedang” berlangsung di masa lampau. Kedengarannya rumit? Tenang. Di artikel ini kita bahas dengan gaya santai biar gampang dicerna.

Apa Itu Past Future Continuous Tense?

Secara sederhana, Past Future Continuous Tense adalah bentuk kalimat yang dipakai untuk menceritakan sesuatu yang akan sedang berlangsung di masa lampau. Jadi konteksnya itu begini: kita bicara tentang masa lalu, tapi dalam sudut pandang orang yang ada di masa lalu tersebut, suatu kegiatan “akan sedang terjadi”.

Bayangin kamu lagi cerita tentang rencana lamamu. Misalnya:

  • “Waktu itu aku pikir aku would be driving ke Bandung besoknya.”
  • “Kami kira kami would be staying di rumah nenek selama seminggu.”

Jadi, bukan hanya sekadar “akan”, tapi “akan sedang”. Itu lah uniknya Past Future Continuous Tense.

Biasanya tense ini muncul dalam situasi-situasi seperti:

  • ngomongin rencana yang seharusnya terjadi di masa lalu,
  • kondisi pengandaian,
  • laporan atau indirect speech dari kalimat future continuous,
  • atau sekadar membuat prediksi masa lampau.

Meskipun penggunaannya nggak sesering simple past atau simple future, tapi Past Future Continuous Tense tetap punya tempat khusus dalam grammar.

Rumus Past Future Continuous Tense

Sama seperti tenses lain, Past Future Continuous Tense juga punya dua bentuk utama: verbal (pakai kata kerja) dan nominal (tanpa kata kerja utama, biasanya pakai adjective atau noun). Rumusnya simpel kok.

  1. Rumus Verbal

Rumusnya:

(+) S + would be + V-ing

(-) S + would not be + V-ing

(?) Would + S + be + V-ing?

Contoh versi baru dan diparafrase:

  • (+):
    • I would be preparing dinner if I stayed at home.
    • They would be jogging at this hour if the weather were good.
  • (-):
    • She would not be playing outside if it started raining.
    • We would not be watching the game if we were busy.
  • (?):
    • Would he be working at this time if the office were open?
    • Would you be traveling with us if you had money?
  1. Rumus Nominal

Kalau tidak ada kata kerja utama, maka pakai be + complement.

(+) S + would be + complement

(-) S + would not be + complement

(?) Would + S + be + complement?

Contoh kalimat baru:

  • (+):
    • She would be at home if she didn’t join the meeting.
    • We would be together if the plan worked out.
  • (-):
    • I would not be alone if my friends stayed.
    • He would not be tired if he slept well.
  • (?):
    • Would they be happy if you visited them?
    • Would you be ready if the class started earlier?

Fungsi Past Future Continuous Tense

Biar makin jelas, berikut beberapa fungsi utama Past Future Continuous Tense.

  1. Menceritakan aktivitas yang “akan sedang berlangsung” di masa lampau

Ini fungsi paling dasar dan paling umum. Digunakan saat ingin menjelaskan sesuatu yang pada suatu titik waktu di masa lalu seharusnya sedang terjadi.

Contoh:

  • My sister said that at 8 PM yesterday she would be practicing for her recital.
  • We thought we would be having lunch together before the meeting started.
  1. Menyampaikan prediksi atau dugaan tentang masa lampau

Kamu bisa memakai Past Future Continuous Tense buat menyampaikan hal yang kamu kira terjadi saat itu.

Misalnya:

  • I guessed my team would be finishing the report around noon.
  • He believed his mom would be driving home at that hour.
  1. Dipakai dalam Conditional Sentence Type II

Conditional Type II itu membahas hal yang berlawanan dengan kenyataan saat ini. Bentuk continuous pada bagian result-nya sering memakai tense ini.

Contoh:

  • You would be resting now if you didn’t have so much homework.
  • They would be enjoying the beach if the weather were nice.
  1. Penyampaian tidak langsung (Indirect Speech) dari Future Continuous

Kalau kamu mau melaporkan ucapan seseorang yang memakai future continuous, maka bentuk laporannya berubah menjadi Past Future Continuous Tense.

Seperti:

  • Kalimat asli (direct):
    “I will be waiting for you at the station,” she said.
  • Bentuk indirect:
    She said that she would be waiting for me at the station.

Seperti:

  • Direct: “We will be celebrating tonight,” they said.
  • Indirect: They said they would be celebrating that night.

Contoh Penggunaan Past Future Continuous Tense dalam Berbagai Situasi

Supaya makin kebayang, ini kumpulan contoh yang lebih Panjang.

  1. Dalam percakapan sehari-hari
  • I thought you would be sleeping when I got home.
  • We believed he would be studying, not playing games.
  1. Dalam cerita atau narasi masa lalu
  • Back then, I imagined I would be staying in Bali for a while.
  • She knew her brother would be driving to the city early in the morning.
  1. Dalam konteks pekerjaan atau aktivitas profesional
  • The manager assumed the team would be working on the project by Friday.
  • We expected the crew would be preparing the stage at that hour.
  1. Dalam konteks perjalanan
  • He told me he would be traveling across Europe during summer.
  • They said they would be flying to Japan the next morning.
  1. Dalam situasi hubungan sosial atau keluarga
  • My mom thought I would be hanging out with friends that day.
  • We assumed grandma would be resting after lunch.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Past Future Continuous Tense

Belajar grammar itu pasti ada salahnya. Biar lebih paham, ini beberapa kesalahan umum yang sering muncul.

  1. Menukar “would be” dengan “will be”

Karena konteksnya masa lampau, bentuk yang benar wajib would, bukan will.

She said she will be cooking tonight.
✔️ She said she would be cooking tonight.

  1. Lupa pakai V-ing di bentuk verbal

I thought he would be study at home.
✔️ I thought he would be studying at home.

  1. Mencampur aduk dengan tenses lain tanpa alasan

Kadang orang memasukkan simple past atau past future secara sembarangan.

He said he would studying when I called.
✔️ He said he would be studying when I called.

Tips Agar Mudah Menguasai Past Future Continuous Tense

Belajar grammar nggak harus bikin kening berkerut. Coba cara-cara ini biar lebih gampang.

  1. Pahami konteks waktu

Kuncinya cuma dua:

  • Kalimat berbicara tentang masa lampau, dan
  • Seorang tokoh pada masa lampau sedang bicara tentang sesuatu yang akan sedang terjadi.

Kalau dua poin ini cocok, besar kemungkinan kalimat itu memakai Past Future Continuous Tense.

  1. Ingat formula inti: WOULD + BE + V-ING

Buat kalimat kerja → rumusnya itu saja.

Buat kalimat tanpa kata kerja → cukup pakai would be + complement.

  1. Biasakan dengan contoh nyata

Coba tulis sendiri kalimat yang sesuai situasi kamu:

  • apa yang dulu kalian rencanakan,
  • apa yang dulu kalian kira bakal terjadi,
  • atau apa yang tidak benar-benar terjadi, tapi kalian bayangkan.

Penutup

Nah, itu tadi penjelasan lengkap, santai, dan mudah dipahami tentang Past Future Continuous Tense. Meskipun jarang dipakai dalam percakapan harian, tense ini tetap penting banget buat kamu yang ingin jago grammar, terutama dalam menulis cerita, membuat laporan, atau menyampaikan ucapan tidak langsung. Dengan memahami pengertian, rumus, fungsi, sampai contoh penggunaannya, kamu bakal lebih mudah menangkap nuansa “akan sedang terjadi” dalam konteks masa lalu.

Belajar Past Future Continuous Tense memang butuh pembiasaan, tapi semakin sering kamu menggunakannya dalam latihan, makin terbiasa kamu membedakan kapan harus memakai tense ini. Intinya, nggak usah takut duluan. Santai saja, pahami perlahan, dan coba praktikkan. Dijamin lama-lama terasa natural.

Baca artikel lainnya

Future Perfect Continuous Tense: Pengertian, Rumus, dan Contoh