Kalau ngomongin tenses bahasa Inggris, ada beberapa yang sering banget dipake sehari-hari, misalnya simple present dan simple past. Tapi ada juga tense yang jarang muncul, bahkan bikin banyak orang garuk-garuk kepala waktu pertama kali denger. Salah satunya adalah Past Future Perfect Continuous Tense. Nama panjang, fungsi spesifik, dan cukup rumit kalau belum terbiasa. Tapi tenang, di artikel ini kita bahas pakai bahasa santai biar gampang nyantol.
Past Future Perfect Continuous Tense biasanya dipakai buat menceritakan sesuatu yang akan telah sedang berlangsung pada titik waktu tertentu… tapi titik waktunya berada di masa lampau. Kedengeran ribet? Santai, nanti setelah lihat contoh-contohnya pasti lebih jelas.
Pengertian Past Future Perfect Continuous Tense
Secara sederhana, Past Future Perfect Continuous Tense itu dipakai buat menggambarkan suatu aksi yang “akan sudah berlangsung selama beberapa waktu” pada momen tertentu yang sudah lewat. Jadi, kita ngomongin masa depan versi masa lalu. Kayak flashback yang membayangkan masa depan, gitu kira-kira.
Tense ini sering muncul dalam kalimat yang membuat kita membayangkan “kalau dulu situasinya A, maka pada momen itu saya akan sudah melakukan B selama sekian waktu.” Biasanya dipaduin sama kondisi yang tidak terjadi atau digunakan dalam laporan ucapan orang lain (indirect speech).
Contoh gambaran mudahnya:
- “Kalau kontraknya nggak dibatalin, aku would have been working di proyek itu selama dua bulan pas bulan Juli kemarin.”
- “Saat dia sampai ke workshop, mereka would have been preparing acaranya selama lima jam.”
Intinya, tense ini nunjukin durasi, aksi berkelanjutan, dan posisinya di masa lampau tapi bernuansa masa depan.
Rumus Past Future Perfect Continuous Tense
Sama kayak tense lain, Past Future Perfect Continuous Tense punya pola tertentu. Ada dua jenis, yaitu verbal (kalau pakai kata kerja) dan nominal (kalau kata kerjanya diganti dengan “been + kata sifat/tempat/keterangan”).
- Rumus Verbal (menggunakan kata kerja)
Struktur utamanya:
would + have been + V-ing
Biar makin jelas, berikut polanya:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
| (+) Positif | Subject + would have been + V-ing | “We would have been practicing all morning.” |
| (-) Negatif | Subject + would not have been + V-ing | “She would not have been waiting that long.” |
| (?) Interogatif | Would + subject + have been + V-ing? | “Would you have been studying at noon?” |
Beberapa contoh lain:
- “I would have been driving for hours if the traffic wasn’t blocked.”
- “They would have been laughing at the joke for minutes.”
- Rumus Nominal (tanpa kata kerja)
Kalau predikatnya bukan verb, pakai:
would have been + complement (adjective/noun/adverb/place)
Polanya:
| Bentuk | Rumus | Contoh |
| (+) Positif | Subject + would have been + complement | “She would have been at home.” |
| (-) Negatif | Subject + would not have been + complement | “He would not have been ready for the meeting.” |
| (?) Interogatif | Would + subject + have been + complement? | “Would they have been there at the time?” |
Contoh lain:
- “You would have been happier if you had taken the offer.”
- “I would have been at the concert last night if my car hadn’t broken down.”
Fungsi Past Future Perfect Continuous Tense
Walaupun jarang dipakai, tense ini punya beberapa fungsi penting.
- Menjelaskan aksi yang akan sudah berlangsung pada titik waktu tertentu di masa lampau
Ini fungsi utama dari Past Future Perfect Continuous Tense. Digunakan ketika kita ingin menyoroti durasi sebuah kegiatan yang diproyeksikan terjadi (dalam pikiran atau rencana) tapi titik waktunya ada di masa lalu.
Contoh:
- “By last night, he would have been repairing his bike for three hours.”
- “At that moment, we would have been discussing the new plan for a whole day.”
Tense ini sering dipakai ketika kejadian itu hanya rencana, perkiraan, atau sesuatu yang tidak benar-benar terjadi.
- Mengubah kalimat direct speech future perfect continuous menjadi indirect speech (reported speech)
Kalau seseorang ngomong sesuatu yang pakai future perfect continuous (will have been + V-ing), lalu kita laporkan di masa lampau, bentuknya berubah jadi Past Future Perfect Continuous Tense.
Contoh:
Direct:
“By next week, I will have been training for six months.”
Indirect:
He said that by the next week, he would have been training for six months.
Sama juga dengan contoh lain:
Direct:
“They will have been living here for a year by December.”
Indirect:
They said they would have been living there for a year by December.
- Menjelaskan situasi imajinatif atau kondisi tidak nyata di masa lalu
Misalnya sesuatu akan sudah terjadi kalau syarat tertentu terpenuhi.
Contoh:
- “If she had taken the scholarship, she would have been studying abroad for two years.”
- “If the weather had been good, we would have been camping since morning.”
Contoh Kalimat Past Future Perfect Continuous Tense
Supaya makin kebayang, berikut kumpulan contoh kalimat lengkap berbagai bentuk:
- Contoh kalimat positif
- “He would have been teaching in that school for months if the program continued.”
- “We would have been waiting for two hours by the time you arrived.”
- “I would have been staying in Bali for a week last year if the plan worked out.”
- Contoh kalimat negatif
- “She would not have been practicing that long without a break.”
- “They would not have been building the shed if the materials didn’t arrive.”
- “I would not have been staying there if the place wasn’t safe.”
- Contoh kalimat tanya
- “Would you have been traveling by then?”
- “Would they have been preparing the event?”
- “Would he have been studying all night?”
Tips Mudah Memahami Past Future Perfect Continuous Tense
Banyak orang merasa tense ini susah karena “masa depannya ada di masa lalu”. Padahal poinnya cuma tiga:
- Ada masa lampau → patokannya distop di masa lalu.
- Ada masa depan versi lampau → memakai “would”.
- Ada durasi dan aktivitas berlanjut → memakai “have been + V-ing”.
Kalau tiga hal itu muncul, besar kemungkinan itu Past Future Perfect Continuous Tense.
Ringkasan Cepat
Biar gampang, nih rangkuman super singkat:
- Digunakan untuk aksi yang akan sudah berlangsung pada titik waktu tertentu di masa lampau.
- Rumus verbal: would have been + V-ing
- Rumus nominal: would have been + complement
- Dipakai untuk:
- rencana masa depan versi masa lalu
- indirect speech future perfect continuous
- kondisi tidak nyata (unreal conditions)
Penutup
Meskipun jarang muncul, Past Future Perfect Continuous Tense tetap penting buat dipahami karena sering keluar di bacaan akademik, novel, atau percakapan yang membahas rencana yang nggak jadi terjadi. Dengan contoh-contoh di atas, kamu bisa mulai mengenali polanya dan paham kapan harus memakainya.
Baca artikel lainnya
Simple Past Future Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh