Jujur aja deh, buat sebagian orang, ngobrol sama orang baru itu udah bikin deg-degan. Apalagi kalau ngobrolnya pakai bahasa Inggris, terus dinilai langsung sama native speaker. Rasanya kayak lagi interview kerja versi internasional. Nah, di situlah tantangan IELTS Speaking Section dimulai.

Buat kamu yang ngerasa pemalu, kurang pede, atau takut salah ngomong, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak banget test taker IELTS yang sebenarnya punya kemampuan bahasa Inggris oke, tapi performanya turun gara-gara grogi. Padahal, kalau tahu strategi dan cara latihannya, IELTS Speaking Section itu bisa jadi bagian yang cukup “menyelamatkan” skor, lho.

Di artikel ini, kita bakal bahas secara lengkap tentang cara menghadapi IELTS Speaking Section: mulai dari pemahaman tes, cara latihan yang benar, sampai tips biar kelihatan lebih natural di depan examiner. Yuk kita mulai pelan-pelan.

Kenalan Dulu Sama IELTS Speaking Section

Sebelum jauh-jauh ngomongin strategi, hal paling basic tapi krusial adalah: kenal dulu tesnya. Banyak peserta IELTS yang gugup bukan karena nggak bisa bahasa Inggris, tapi karena nggak tahu apa yang bakal mereka hadapi di IELTS Speaking Section.

Tes ini biasanya berlangsung sekitar 11–14 menit dan dilakukan secara tatap muka (atau via video call untuk versi tertentu). Kamu bakal ngobrol langsung dengan examiner, dan pembicaraannya dibagi ke dalam tiga bagian utama.

Part 1 biasanya seputar topik ringan dan personal, kayak hobi, pekerjaan, keluarga, rutinitas, atau tempat tinggal. Bagian ini tujuannya buat “pemanasan”.

Part 2 dikenal juga sebagai long turn. Kamu bakal dikasih satu kartu berisi topik dan beberapa poin panduan. Setelah itu, kamu punya waktu sekitar satu menit buat mikir, lalu harus ngomong selama 1–2 menit tanpa dipotong.

Part 3 adalah diskusi yang lebih mendalam. Topiknya masih nyambung sama Part 2, tapi pertanyaannya lebih abstrak dan opini-based. Di sinilah kemampuan berpikir kritis dan pengembangan ide diuji.

Dengan memahami struktur ini, kamu nggak akan kaget saat menghadapi IELTS Speaking Section, dan mental kamu bisa lebih siap.

Jangan Hafalan, Tapi Paham Konsepnya

Kesalahan klasik yang sering kejadian saat latihan IELTS Speaking Section adalah: terlalu mengandalkan hafalan. Banyak orang menghafal jawaban contoh dari internet, berharap pertanyaannya keluar sama persis. Padahal, examiner itu terlatih banget buat mendeteksi jawaban yang terdengar “robotic”.

Kalau kamu ketahuan menghafal, efeknya bisa fatal. Jawaban kamu jadi kaku, nggak natural, dan fleksibilitas kamu kelihatan rendah. Skor bisa langsung turun.

Solusi terbaik? Pahami topiknya, bukan menghafal jawabannya. Misalnya, kalau topiknya tentang “work” atau “study”, pahami ide-ide besarnya: pengalaman pribadi, tantangan, hal yang disukai, dan rencana ke depan. Dengan begitu, meskipun pertanyaannya dipelintir, kamu tetap bisa jawab dengan lancar di IELTS Speaking Section.

Fokus ke Empat Kriteria Penilaian

Banyak peserta mengira kalau speaking itu cuma soal lancar ngomong. Padahal, di IELTS Speaking Section, examiner menilai dari empat aspek utama:

  1. Fluency & Coherence
    Seberapa lancar kamu berbicara dan seberapa nyambung ide-idenya.
  2. Lexical Resource
    Variasi kosakata yang kamu gunakan, termasuk ketepatan dan konteksnya.
  3. Grammatical Range & Accuracy
    Apakah kamu bisa pakai berbagai struktur grammar dengan cukup tepat.
  4. Pronunciation
    Seberapa jelas ucapan kamu dan apakah mudah dipahami.

Artinya, kamu nggak perlu terdengar seperti native speaker. Yang penting, pesan kamu jelas dan konsisten.

Kosakata Canggih Itu Opsional, Bukan Kewajiban

Sering nggak sih ngerasa minder karena belum bisa pakai kata-kata “advanced” ala C1 atau C2? Tenang, itu bukan syarat mutlak buat dapet skor tinggi di IELTS Speaking Section.

Lebih baik pakai kosakata sederhana tapi tepat, daripada maksa pakai kata rumit tapi salah konteks. Examiner lebih menghargai kejelasan dan ketepatan penggunaan kata.

Kalau mau ningkatin lexical resource, kamu bisa bikin catatan kecil berdasarkan topik. Misalnya topik “environment”, kamu bisa kumpulin kata-kata seperti: pollution, recycling, climate change, renewable energy, dan sebagainya. Latih pakainya dalam kalimat, bukan cuma dihafal.

Dengan cara ini, kosakata kamu berkembang secara natural dan kepake banget.

Aksen Bukan Penentu Utama

Banyak yang galau: “Harus pakai aksen British atau American?” Jawabannya simpel: nggak harus pilih salah satu.

Dalam IELTS Speaking Section, nggak ada aturan wajib soal aksen. Kamu bebas pakai aksen mana pun selama konsisten dan mudah dipahami. Jangan campur-campur pengucapan British dan American dalam satu kata, karena itu bisa bikin pronunciation kamu terdengar aneh.

Yang lebih penting dari aksen adalah intonasi, stress kata, dan kejelasan bunyi. Ngomong pelan tapi jelas jauh lebih baik daripada cepat tapi nggak kebaca.

Kurangi Filler, Ganti dengan Frasa Aman

“Umm… err… you know… like…”

Kalimat-kalimat ini sering banget keluar secara refleks, terutama saat gugup di IELTS Speaking Section. Sedikit filler masih wajar, tapi kalau kebanyakan bisa ganggu fluency.

Sebagai gantinya, kamu bisa pakai frasa yang terdengar lebih natural dan profesional, misalnya:

  • “That’s a good question, let me think for a moment.”
  • “I haven’t really considered this before, but I’d say…”
  • “From my perspective…”
  • “If I’m not mistaken…”

Latih frasa-frasa ini biar otomatis keluar saat kamu butuh waktu mikir di IELTS Speaking Section.

Jawaban Jangan Pendek-Pendek

Jawaban super singkat itu musuh besar skor tinggi. Kalau kamu cuma jawab satu kalimat tanpa penjelasan, examiner bakal kesulitan menilai kemampuan kamu secara maksimal di IELTS Speaking Section.

Misalnya, kalau ditanya soal waktu luang, jangan cuma jawab:

“I usually watch movies.”

Coba kembangkan dengan alasan, contoh, atau dampaknya:

“In my free time, I usually watch movies at home because it helps me relax after a busy day. I’m particularly interested in drama and documentary films since they give me new perspectives on life.”

Dengan jawaban seperti ini, kamu menunjukkan fluency, kosakata, dan grammar sekaligus semua poin penting.

Biasakan Latihan Topik Umum

Walaupun pertanyaannya bisa bervariasi, topik di IELTS Speaking Section itu sebenarnya berulang-ulang. Beberapa topik yang sering muncul antara lain:

  • Kehidupan sehari-hari dan rutinitas
  • Pendidikan dan pekerjaan
  • Teknologi dan media sosial
  • Lingkungan dan gaya hidup sehat
  • Transportasi dan kehidupan di kota
  • Hubungan sosial dan keluarga
  • Hiburan, hobi, dan waktu luang
  • Perubahan sosial di masyarakat

Latih setiap topik dengan kerangka sederhana: pendapat – alasan – contoh – penjelasan tambahan. Pola ini aman dipakai di hampir semua pertanyaan IELTS Speaking Section.

Tetap Tenang Kalau Nggak Paham Pertanyaan

Kalau examiner ngomong terlalu cepat dan kamu nggak nangkap, jangan panik. Kamu boleh banget minta diulang. Itu nggak mengurangi skor sama sekali.

Kamu bisa bilang:

  • “Sorry, could you repeat the question, please?”
  • “Could you say that again a bit more slowly?”

Daripada salah jawab, lebih baik minta klarifikasi. Sikap tenang dan sopan justru menunjukkan kontrol diri yang baik.

Salah Grammar? Nggak Masalah, Asal Tahu Cara Ngebenerinnya

Nggak ada manusia yang ngomong sempurna 100%. Kalau kamu sadar baru saja salah grammar atau salah kata, kamu boleh kok memperbaiki diri.

Misalnya:

“I go to campus by bus sorry, I mean I usually go to campus by bus.”

Perbaikan kecil seperti ini terdengar natural dan justru bisa jadi nilai plus di IELTS Speaking Section, selama nggak dilakukan terus-menerus.

Latihan Konsisten Lebih Penting dari Latihan Lama

Latihan satu jam tapi cuma sekali seminggu kalah efektif dibanding latihan 15–20 menit tapi rutin setiap hari. Konsistensi adalah kunci sukses menghadapi IELTS Speaking Section.

Kamu bisa:

  • Latihan ngomong sendiri di depan kaca
  • Rekam suara lalu evaluasi
  • Latihan bareng teman
  • Simulasi tes dengan timer

Semakin sering kamu expose diri ke speaking, semakin berkurang rasa takut dan grogi.

Penutup

Terakhir dan paling penting: percaya sama kemampuan diri sendiri. Examiner bukan cari orang yang sempurna, tapi cari orang yang bisa berkomunikasi dengan efektif.

Kalau kamu sudah latihan, paham struktur tes, dan tahu cara mengembangkan jawaban, berarti kamu sudah siap menghadapi IELTS Speaking Section.

Ingat, speaking test itu cuma ngobrol. Anggap aja kamu lagi cerita ke orang baru yang penasaran sama pengalaman hidup kamu bedanya, pakai bahasa Inggris dan ada nilainya.

Semoga setelah baca artikel ini, kamu jadi lebih tenang, lebih siap, dan lebih pede buat menaklukkan IELTS Speaking Section. Good luck, dan semoga skor impian kamu tercapai!

Baca artikel lainnya

Tips Menaklukkan IELTS Academic Writing Section