Kalau kamu lagi belajar Bahasa Inggris, pasti sudah nggak asing lagi sama kata was dan were. Dua kata ini sering banget muncul di bacaan, soal grammar, dialog film, sampai chatting sehari-hari. Masalahnya, meskipun kelihatannya sederhana, banyak orang masih suka kebalik-balik dalam penggunaannya.
Tenang, kamu nggak sendirian. Topik Was dan Were memang jadi salah satu materi dasar Bahasa Inggris yang sering bikin bingung, apalagi kalau sudah ketemu kalimat pengandaian, wish, atau if clause. Padahal kalau dipahami pelan-pelan, konsepnya sebenarnya cukup masuk akal dan nggak serumit kelihatannya.
Di artikel ini, kita bakal bahas Was dan Were dengan bahasa santai, contoh yang gampang dicerna, dan penjelasan yang runtut. Cocok buat kamu yang masih pemula atau yang mau menguatkan lagi basic grammar Bahasa Inggris.
Apa Itu Was dan Were?
Sebelum masuk ke perbedaan, kita mulai dari dasarnya dulu.
Was dan were adalah bentuk lampau (past tense) dari kata kerja to be. Dalam Bahasa Inggris, to be punya beberapa bentuk tergantung waktu dan subjeknya.
Bentuk to be antara lain:
- Present: am, is, are
- Past: was dan were
Jadi, dipakai untuk menyatakan kondisi, situasi, atau keadaan yang terjadi di masa lalu.
Contoh sederhana:
- I am tired → sekarang
- I was tired yesterday → masa lalu
Dengan kata lain, kalau ceritanya sudah lewat, besar kemungkinan kamu bakal ketemu Was dan Were di dalam kalimatnya.
Kesamaan Was dan Were
Sebelum bahas perbedaannya, penting juga tahu dulu apa persamaannya
Beberapa kesamaan utamanya:
- Sama-sama bentuk past tense dari to be
- Digunakan untuk membicarakan kejadian atau kondisi di masa lampau
- Bisa dipakai dalam kalimat positif, negatif, dan tanya
- Sama-sama sering muncul dalam cerita, pengalaman, dan narasi masa lalu
Contoh:
- The room was very quiet last night.
- They were happy during the trip.
Dari contoh di atas, kelihatan jelas kalau Was atau Were berfungsi sebagai penghubung antara subjek dan keterangan di masa lalu.
Perbedaan Was dan Were Berdasarkan Subjek
Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering bikin bingung: pemilihan subjek.
Secara umum, penggunaan Was atau Were bisa dibedakan dari kata ganti (pronoun) atau subjeknya.
Subjek yang Menggunakan “Was”
Was digunakan untuk:
- I
- He
- She
- It
- Subjek tunggal (nama orang atau benda tunggal)
Contoh:
- I was very sleepy after work.
- She was nervous before the interview.
- The movie was really interesting.
Subjek yang Menggunakan “Were”
Were digunakan untuk:
- You
- We
- They
- Subjek jamak (lebih dari satu)
Contoh:
- You were late this morning.
- We were classmates in high school.
- The students were excited about the event.
Sampai di sini, aturan Was atau Were masih cukup lurus dan mudah dipahami.
Was dan Were dalam Kalimat Negatif dan Tanya
Selain kalimat positif, Was dan Were juga sering dipakai dalam bentuk negatif dan pertanyaan.
Kalimat Negatif
Rumusnya:
was / were + not
Contoh:
- I was not ready at that time.
- They were not aware of the problem.
Bentuk singkatnya:
- was not → wasn’t
- were not → weren’t
Contoh:
- She wasn’t angry, just tired.
- We weren’t informed about the change.
Kalimat Tanya
Rumusnya:
was / were + subjek
Contoh:
- Was he at the meeting yesterday?
- Were you at home last night?
Penggunaan Was atau Were dalam bentuk tanya ini sering banget muncul di percakapan sehari-hari.
Was dalam Kalimat Fakta
Sekarang kita masuk ke pembahasan yang lebih penting: makna kalimatnya.
Was biasanya dipakai untuk menyatakan fakta. Artinya, kejadian tersebut benar-benar terjadi di masa lalu.
Contoh:
- I was in Bali last year.
- He was the captain of the team.
- The café was crowded last night.
Semua contoh di atas adalah kejadian nyata yang memang sudah terjadi. Di sinilah Was berfungsi sebagai penanda waktu lampau yang faktual.
Were dalam Kalimat Pengandaian (Subjunctive)
Nah, bagian ini sering bikin orang kejebak. Dalam kondisi tertentu, were bisa dipakai untuk semua subjek, termasuk I, he, she, it. Kok bisa?
Jawabannya: kalimat pengandaian (subjunctive mood).
Kalimat pengandaian digunakan untuk membicarakan:
- Hal yang tidak nyata
- Situasi yang berlawanan dengan fakta
- Harapan atau penyesalan
Dalam kondisi ini, Were dipakai meskipun subjeknya tunggal.
Contoh:
- If I were rich, I would travel the world.
- She acts as if she were the boss.
- If he were more patient, things would be easier.
Di sini, jelas bahwa kondisi tersebut tidak sesuai kenyataan. Makanya, Were punya aturan khusus dalam kalimat seperti ini.
If I Was vs If I Were
Ini salah satu topik paling populer saat membahas Was atau Were.
Perhatikan dua kalimat berikut:
- If I was careless, I’m sorry.
- If I were careless, I would apologize.
Perbedaannya ada di makna:
- If I was → kemungkinan kejadian nyata di masa lalu
- If I were → pengandaian atau situasi yang tidak nyata
Contoh lain:
- If I was rude yesterday, I didn’t mean it.
(mungkin benar terjadi) - If I were you, I would choose a different path.
(pengandaian, bukan fakta)
Dalam Bahasa Inggris formal, If I were lebih disarankan untuk pengandaian.
Were dalam Kalimat Wish
Selain if, kata wish juga jadi tanda kuat penggunaan Were.
Contoh:
- I wish I were taller.
- She wishes she were more confident.
- They wish they were on vacation now.
Kalimat-kalimat ini menunjukkan harapan yang tidak sesuai dengan kondisi sekarang. Makanya, Were di sini mengikuti aturan subjunctive.
Kesalahan Umum dalam Penggunaan Was atau Were
Banyak pelajar Bahasa Inggris melakukan kesalahan yang sama saat memakai Was atau Were. Beberapa di antaranya:
- Menggunakan was untuk subjek jamak
❌ They was happy
✅ They were happy - Menggunakan was dalam kalimat pengandaian
❌ If I was you, I would quit
✅ If I were you, I would quit - Lupa menyesuaikan konteks fakta atau pengandaian
Kesalahan ini wajar, dan semakin sering latihan, kamu bakal makin terbiasa.
Tips Mudah Mengingat Was atau Were
Biar nggak bingung, coba pakai tips ini:
- Kalau ceritanya nyata dan masa lalu, pakai aturan subjek biasa
- Kalau kalimatnya pengandaian atau harapan, pilih were
- Perhatikan kata kunci seperti if, wish, as if
- Jangan cuma hafal rumus, pahami maknanya
Dengan cara ini, penggunaan Was atau Were bakal terasa lebih alami.
Contoh Latihan Sederhana
Coba perhatikan kalimat berikut dan tentukan jawabannya:
- She ___ tired after the trip.
- If we ___ more careful, this wouldn’t happen.
- They ___ not ready for the test.
Jawaban:
- was
- were
- were
Latihan kecil seperti ini sangat membantu memahami Was atau Were secara praktis.
Kesimpulan
Dari pembahasan panjang ini, bisa kita simpulkan bahwa:
- Was dan Were adalah bentuk lampau dari to be
- Was dipakai untuk subjek tunggal dan fakta
- Were dipakai untuk subjek jamak dan kalimat pengandaian
- Dalam subjunctive, were bisa digunakan untuk semua subjek
- Kata if dan wish sering menjadi tanda penggunaan were
Dengan memahami konsep dan konteksnya, kamu nggak cuma hafal aturan Was dan Were, tapi juga bisa menggunakannya dengan benar dalam percakapan dan tulisan Bahasa Inggris.
Baca artikel lainnya