Pengertian Interjection adalah kata atau ungkapan pendek yang digunakan untuk mengekspresikan emosi atau reaksi spontan, seperti kaget, senang, sedih, atau heran. Dalam bahasa Inggris, interjection sering muncul dalam percakapan sehari-hari karena bisa menyampaikan perasaan dengan cepat tanpa perlu kalimat panjang. Contohnya seperti “Wow!”, “Oh no!”, atau “Yay!” yang sering kita dengar di film atau media sosial. Walaupun terlihat sederhana, interjection punya peran penting dalam membuat komunikasi terasa lebih hidup, alami, dan ekspresif. Melalui artikel ini, kita akan bahas pengertian, jenis, contoh, dan fungsi interjection secara lengkap dan santai.
Pengertian Interjection
Sebelum terlalu jauh, yuk kita mulai dari pengertian interjection dulu.
Secara sederhana, interjection itu adalah kata atau ungkapan pendek yang digunakan untuk mengekspresikan emosi, reaksi, atau perasaan secara spontan. Jadi, kalau kamu lagi kaget, senang, kecewa, atau kesel, biasanya secara refleks kamu akan mengucapkan sesuatu yang menggambarkan perasaan itu dan itulah interjection.
Dalam bahasa Indonesia, kata seru kayak “Aduh!”, “Wah!”, “Hore!”, atau “Astaga!” juga termasuk interjection.
Bedanya, dalam bahasa Inggris bentuknya bisa macam-macam tergantung situasi dan tingkat keformalan.
Kalau dijelaskan secara lebih formal, pengertian interjection adalah:
“Interjection is a word or phrase that expresses a sudden feeling or emotion, and usually stands alone in a sentence.”
Artinya, interjection itu kata yang muncul untuk menunjukkan emosi secara tiba-tiba dan biasanya berdiri sendiri tanpa perlu mengikuti struktur tata bahasa tertentu.
Contohnya:
- Wow! (Ekspresi kagum)
- Oh no! (Ekspresi kecewa atau panik)
- Yay! (Ekspresi senang)
- Oops! (Ekspresi salah atau keliru)
Jadi bisa dibilang, interjection itu kayak “bumbu perasaan” dalam percakapan bahasa Inggris. Tanpa interjection, komunikasi bisa terasa datar dan kurang ekspresif.
Kenapa Interjection Itu Penting?
Kamu mungkin mikir, “Emang kata seru penting banget, ya?”
Jawabannya: iya, penting banget, terutama buat percakapan sehari-hari.
Dengan interjection, kita bisa menunjukkan perasaan tanpa perlu kalimat panjang. Bayangin kamu nemuin teman lama di jalan. Daripada ngomong “Wah, aku kaget banget ketemu kamu!”, kamu cukup bilang “Wow!” atau “Hey!”.
Simpel, tapi maknanya udah tersampaikan.
Selain itu, interjection juga bikin percakapan lebih hidup dan natural. Kalau kamu pengen ngomong bahasa Inggris yang lebih native-like, memahami pengertian interjection dan cara pakainya itu wajib banget.
Jenis-Jenis Interjection
Ternyata interjection itu nggak cuma satu macam aja, lho! Ada beberapa jenis interjection tergantung pada emosi atau fungsi yang ingin disampaikan. Berikut penjelasan dan contohnya:
- Interjection Ekspresif (Expressive Interjection)
Jenis ini digunakan untuk menunjukkan emosi atau perasaan tertentu, seperti senang, sedih, kaget, marah, atau takut.
Contoh:
- Yay! – menunjukkan rasa senang.
👉 Yay! We won the game! - Oh no! – menandakan kecewa atau panik.
👉 Oh no! I forgot my phone! - Ouch! – menunjukkan rasa sakit.
👉 Ouch! That really hurts! - Wow! – menandakan kekaguman.
👉 Wow! That view is amazing!
- Interjection Panggilan (Call Interjection)
Biasanya digunakan untuk memanggil seseorang atau menarik perhatian.
Contoh:
- Hey! – untuk memanggil atau menyapa seseorang.
👉 Hey, what’s up? - Yo! – sapaan santai ke teman.
👉 Yo! Long time no see! - Hello! – bentuk sapaan umum.
👉 Hello! Anyone there?
- Interjection Setuju atau Tidak Setuju (Agreement/Disagreement Interjection)
Interjection juga bisa menunjukkan setuju atau nggak setuju dengan sesuatu.
Contoh:
- Yeah! – tanda setuju.
👉 Yeah! That’s a good idea! - Nope! – tanda tidak setuju atau menolak.
👉 Nope, I’m not going there. - Exactly! – mempertegas kesepakatan.
👉 Exactly! That’s what I meant!
- Interjection Ragu atau Berpikir (Hesitation Interjection)
Biasanya muncul saat seseorang sedang berpikir, bingung, atau belum yakin dengan yang mau dikatakan.
Contoh:
- Hmm… – tanda berpikir.
👉 Hmm… I’m not sure about that. - Uh… / Um… – tanda ragu atau berpikir sejenak.
👉 Uh… maybe we should ask her first.
- Interjection Perintah (Command Interjection)
Jenis ini dipakai untuk memberi perintah atau peringatan secara spontan.
Contoh:
- Shh! – menyuruh diam.
👉 Shh! The baby is sleeping. - Stop! – menyuruh berhenti.
👉 Stop! Don’t move! - Go! – menyuruh jalan atau mulai.
👉 Go! Hurry up!
- Interjection Emosi Negatif (Negative Emotion Interjection)
Kata seru ini dipakai buat menunjukkan emosi negatif seperti kesal, marah, jijik, atau kecewa.
Contoh:
- Ugh! – tanda jijik atau frustrasi.
👉 Ugh! This room smells bad! - Darn! – tanda kecewa.
👉 Darn! I missed the bus! - Ew! – ekspresi jijik.
👉 Ew! That’s gross!
- Interjection Kejutan atau Kekaguman (Surprise Interjection)
Kamu bisa pakai interjection ini saat terkejut, takjub, atau kagum terhadap sesuatu.
Contoh:
- Whoa! – ekspresi kaget atau takjub.
👉 Whoa! That car is so fast! - Oh! – bisa menunjukkan berbagai emosi tergantung intonasi.
👉 Oh! I didn’t see that coming! - Aha! – saat menyadari sesuatu.
👉 Aha! Now I understand!
Fungsi Interjection dalam Bahasa Inggris
Setelah tahu pengertian interjection dan jenis-jenisnya, sekarang saatnya kita bahas fungsinya.
Secara umum, interjection punya beberapa fungsi penting dalam komunikasi sehari-hari.
- Menunjukkan Emosi Secara Langsung
Interjection berfungsi untuk mengungkapkan perasaan secara spontan tanpa perlu kalimat panjang. Contohnya saat kamu kaget, cukup bilang “Wow!” tanpa harus menjelaskan, semua orang udah ngerti maksudnya.
- Membuat Percakapan Lebih Hidup
Kalimat tanpa interjection kadang terasa terlalu formal atau kaku. Tapi dengan menambahkan interjection, percakapan jadi lebih alami.
Misalnya:
- Formal: That’s amazing.
- Lebih ekspresif: Wow! That’s amazing!
- Menunjukkan Reaksi Spontan
Kadang kita nggak punya waktu buat berpikir panjang kalau lagi kaget atau terkejut. Interjection membantu menunjukkan reaksi cepat. Misalnya pas jatuhin barang, kamu langsung bilang “Oops!” secara refleks.
- Menarik Perhatian
Beberapa interjection seperti Hey! atau Listen! digunakan buat menarik perhatian orang lain. Ini sering banget dipakai dalam percakapan informal.
- Menyampaikan Nada Emosional dalam Tulisan
Dalam teks atau dialog tertulis, interjection juga membantu pembaca memahami nada atau perasaan si pembicara. Misalnya dalam cerita fiksi, penulis sering pakai interjection untuk menggambarkan ekspresi karakter.
Contoh:
“Yay! We’re going on vacation!” she shouted excitedly.
Kalimat itu langsung terasa lebih hidup dan menggambarkan suasana bahagia.
Ciri-Ciri Interjection
Supaya makin gampang ngenalinya, berikut beberapa ciri khas interjection:
- Biasanya terdiri dari satu atau dua kata.
- Berdiri sendiri dalam kalimat (nggak terikat grammar).
- Sering diikuti tanda seru (!).
- Menunjukkan emosi atau reaksi spontan.
- Bisa muncul di awal, tengah, atau akhir kalimat tergantung konteks.
Contoh:
- Wow! You look amazing! (di awal)
- You, wow, did a great job! (di tengah)
- You did it, wow! (di akhir)
Contoh Kalimat Interjection dalam Kehidupan Sehari-hari
Biar lebih kebayang penggunaannya, berikut beberapa contoh kalimat yang memakai interjection:
- Yay! My package finally arrived!
- Oops! I spilled the coffee again.
- Hey! Wait for me!
- Oh no! I missed the meeting!
- Wow! You made this cake by yourself?
- Ew! That smells terrible!
- Shh! Don’t make a sound.
- Aha! So that’s how it works!
- Ugh! I can’t believe I lost again.
- Hmm… I don’t think that’s right.
Cara Menggunakan Interjection dengan Tepat
Walaupun kelihatannya mudah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan biar penggunaannya nggak salah:
- Perhatikan konteks.
Jangan pakai interjection yang terlalu santai di situasi formal. Misalnya, “Yo!” cocok buat teman, tapi nggak pas buat ngobrol sama dosen atau atasan. - Gunakan seperlunya.
Kalau kebanyakan interjection, kalimatmu bisa terdengar lebay atau nggak serius. - Perhatikan intonasi dan ekspresi.
Karena makna interjection sering tergantung pada cara pengucapan, pastikan kamu melafalkannya dengan emosi yang sesuai.
Kesimpulan
Dari semua pembahasan tadi, bisa kita simpulkan bahwa pengertian interjection adalah kata atau ungkapan pendek yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan, reaksi, atau emosi secara spontan.
Walaupun sering dianggap remeh karena bentuknya kecil dan sederhana, interjection justru punya peran besar dalam membuat komunikasi jadi lebih alami dan ekspresif.
Interjection bisa menunjukkan perasaan seperti senang, sedih, terkejut, marah, atau jijik. Jenisnya pun beragam mulai dari ekspresif, panggilan, penegasan, sampai perintah. Penggunaannya sangat fleksibel, tapi tetap harus disesuaikan dengan konteks dan lawan bicara.
Dengan memahami pengertian interjection, fungsi, dan contohnya, kamu bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan cara yang lebih natural dan ekspresif. Jadi, jangan ragu buat nyelipin kata-kata kayak “Wow!”, “Oops!”, atau “Yay!” di percakapanmu asal tetap sesuai situasi, ya!
Baca artikel lainnya