Kalau kamu lagi belajar grammar bahasa Inggris, pasti kamu pernah ketemu dengan yang namanya Simple Past Future Tense. Walaupun namanya panjang dan kelihatannya ribet, sebenarnya tense ini lumayan gampang dipahami kalau dijelasin pelan-pelan. Banyak orang pakai tense ini buat cerita hal-hal yang akan terjadi tapi dari sudut pandang masa lampau. Jadi, bukan rencana sekarang, bukan prediksi masa depan, tapi rencana pada masa itu di masa lalu.
Dalam artikel panjang ini, kita bakal bahas pengertian, rumus, fungsi, sampai contoh-contohnya. Kamu juga bakal nemu beberapa tips untuk membedakan Simple Past Future Tense dengan tense lain yang mirip.
Apa Itu Simple Past Future Tense?
Secara simpel, Simple Past Future Tense adalah bentuk kalimat yang dipakai buat ngomongin sesuatu yang pada masa lalu direncanakan akan terjadi. Jadi fokusnya itu bukan ke masa depan yang sesungguhnya, melainkan ke “masa depan versi masa lalu”.
Biar lebih gampang, bayangin gini:
Kamu lagi berada di tahun 2010 dan bilang ke temanmu, “Aku akan pindah ke Bandung minggu depan.” Nah, saat kamu menceritakan ulang di 2025, kamu bakal pakai Simple Past Future Tense.
Karena dulu kamu berniat melakukan sesuatu di masa depan versi tahun 2010, maka kalimatnya berubah.
Contoh gambaran sederhana:
- I thought the meeting would start at 9.
(Dulu aku kira rapatnya bakal mulai jam 9.) - She said she would help me.
(Dia bilang dia bakal bantu aku.)
Intinya, ada dua titik waktu:
(1) masa lalu sebagai patokan
(2) sebuah rencana/prediksi/niat yang akan terjadi setelah masa lalu itu
Rumus Simple Past Future Tense
Sama kayak tense lain, Simple Past Future Tense punya dua bentuk: verbal (ada kata kerja) dan nominal (nggak ada kata kerja; pakai “be”). Rumusnya sederhana banget karena inti tense ini cuma would + V1 atau would + be.
- Bentuk Verbal (Dengan Verb)
Rumus Positif
Subjek + would + V1
Contoh:
- We would visit your house later.
(Dulu kami berniat mengunjungi rumahmu.)
Rumus Negatif
Subjek + would not (wouldn’t) + V1
Contoh:
- He wouldn’t join the event.
(Dulu dia tidak berniat ikut acara itu.)
Rumus Interogatif (Tanya)
Would + subjek + V1?
Contoh:
- Would you tell him the truth?
(Dulu, apa kamu berencana memberi tahu dia?)
Catatan kecil:
Should kadang bisa dipakai buat menggantikan would, tapi biasanya cuma untuk subjek I dan we.
- Bentuk Nominal (Tanpa Verb)
Kalau kalimatnya tidak memakai verb, kita pakai be.
Rumus Positif
Subjek + would + be + pelengkap
Contoh:
- They would be excited about the trip.
(Dulu mereka bakal senang banget soal perjalanan itu.)
Rumus Negatif
Subjek + would not + be + pelengkap
Contoh:
- She wouldn’t be angry anymore.
(Dulu dia gak bakal marah lagi.)
Rumus Interogatif
Would + subjek + be + pelengkap?
Contoh:
- Would he be ready at that time?
(Dulu, apa dia bakal siap pada waktu itu?)
Fungsi Simple Past Future Tense
Walaupun bentuknya sederhana, Simple Past Future Tense punya beberapa fungsi penting. Biasanya dipakai buat menceritakan kejadian masa lalu yang berisi niat, janji, prediksi, atau rencana.
Berikut fungsi-fungsinya dengan contoh.
- Menyatakan Rencana/Keinginan di Masa Lalu
Ini fungsinya paling umum. Yaitu ketika seseorang di masa lalu sudah punya niat atau rencana mengenai sesuatu.
Contoh:
- I thought I would move to another city after graduation.
(Dulu kupikir aku bakal pindah kota setelah lulus.) - She said she would buy a new laptop.
(Dia bilang dia bakal beli laptop baru.)
- Menyatakan Aksi Sukarela di Masa Lampau
Sering dipakai untuk hal-hal yang bersifat “kesediaan”.
Contoh:
- He told me he would help with my project.
(Dia bilang dia bakal bantu proyekku.) - My friend promised he would lend me his bike.
(Temanku janji bakal minjemin sepedanya.)
- Membuat Prediksi di Masa Lalu
Sering dipakai untuk prediksi yang terjadi pada saat itu.
Contoh:
- They believed the weather would be bad that evening.
(Dulu mereka yakin cuacanya bakal buruk sore itu.) - I thought the movie would be boring.
(Kukira filmnya bakal membosankan.)
- Mengutip Janji di Masa Lalu
Tense ini juga dipakai kalau kamu cerita ulang tentang janji seseorang.
Contoh:
- My aunt said she would visit us this month.
(Bibiku bilang dia bakal mengunjungi kami bulan itu.) - He promised he would call me back.
(Dia janji bakal menelepon balik.)
- Menyatakan Harapan di Masa Lalu
Ketika seseorang punya harapan pada waktu tertentu di masa lalu.
Contoh:
- Many workers hoped the company would raise their salary.
(Banyak pekerja berharap perusahaan bakal menaikkan gaji mereka.) - We wished our team would win the match.
(Kami berharap tim kami bakal menang.)
- Menggunakan Bentuk “be going to” Versi Past
Untuk rencana yang sudah jelas dan terstruktur.
Rumusnya:
was/were going to + V1
Contoh:
- They said they were going to start the meeting at eight.
(Mereka bilang mereka bakal mulai rapat jam delapan.) - I was going to call you, but I forgot.
(Aku tadinya mau nelepon kamu, tapi lupa.)
Contoh Kalimat Simple Past Future Tense (Berbagai Pola)
Di bawah ini ada list contoh lengkap.
- Bentuk Positif
- He said he would finish the report tomorrow.
- They told me they would travel to Bali.
- Sarah thought the class would end early.
- We believed the plan would work well.
- I knew she would agree with the idea.
- Bentuk Negatif
- He said he wouldn’t join the team.
- We thought the shop wouldn’t open that day.
- She believed the kids wouldn’t listen to her.
- They said the bus wouldn’t come on time.
- I guessed he wouldn’t enjoy the party.
- Bentuk Interogatif
- Would she accept the offer?
- Would they help us during the event?
- Would he understand the instructions?
- Would you support my plan?
- Would the kids be ready by then?
Tips Gampang Biar Tidak Keliru Memakai Simple Past Future Tense
Biar makin gampang, berikut tips cepatnya:
- Perhatikan “dua titik waktu”
Kalau ada masa lalu + hal yang akan terjadi setelah masa lalu, itu hampir pasti Simple Past Future Tense.
- Cari kata-kata pemicu
Biasanya muncul:
- said that…
- thought that…
- believed that…
- promised that…
- hoped that…
- Ingat bahwa “would” tidak berubah bentuk
Tidak peduli subjeknya apa: I, you, we, they, she, he, it → tetap “would”.
- Jangan bingung dengan Future Tense
Perbedaannya:
| Tense | Kapan dipakai |
| Future Tense | Rencana yang akan terjadi di masa depan sekarang |
| Simple Past Future Tense | Rencana yang akan terjadi tapi sudut pandangnya dari masa lalu |
Contoh beda konteks:
- I will study tonight. → sekarang ngomongin masa depan
- I thought I would study tonight. → dulu ngomongin masa depan versi masa lalu
Kesimpulan
Simple Past Future Tense sebenarnya bukan tense yang rumit kalau kamu tahu logikanya: ngomongin hal yang akan terjadi dari perspektif masa lalu.
Tense ini dipakai buat nunjukin:
- rencana masa lalu
- prediksi masa lalu
- harapan masa lalu
- janji masa lalu
- aksi sukarela di masa lalu
- rencana terstruktur (pakai was/were going to)
Strukturnya simpel banget:
would + V1 atau would + be.
Dengan latihan yang cukup dan sering baca contoh, kamu bakal makin terbiasa dan nggak salah pakai lagi ketika perlu nyusun cerita dalam bahasa Inggris.
Baca artikel lainnya
Future Continuous Tense: Pengertian, Rumus, Fungsi, dan Contoh