Belajar bahasa Inggris itu sebenarnya nggak cuma soal nambah kosakata atau hafalan grammar. Salah satu hal penting yang sering bikin kemampuan bahasa Inggris naik level adalah cara menyusun kalimat. Kalau kamu masih sering pakai kalimat pendek-pendek terus, wajar aja kalau tulisan atau omongan kamu terdengar “basic”. Nah, di sinilah Complex Sentences punya peran besar. Jenis kalimat ini sering banget muncul di artikel akademik, esai IELTS, jawaban TOEFL Speaking, sampai tulisan formal dan semi-formal lainnya.
Di artikel ini, kita bakal bahas Complex Sentences secara lengkap. Mulai dari pengertian, perbedaannya dengan jenis kalimat lain, cara membentuknya, sampai contoh-contoh yang mudah dipahami lengkap dengan terjemahannya. Cocok banget buat kamu yang lagi persiapan IELTS, TOEFL, atau sekadar pengin nulis dan ngomong bahasa Inggris lebih natural.
Kenapa Complex Sentences Itu Penting?
Coba bayangin dua jawaban ini di Speaking Test:
- I like studying abroad. It is fun. It is challenging.
- I like studying abroad because it is fun and challenging.
Jawaban kedua terdengar lebih matang, kan? Nah, itu salah satu contoh penggunaan Complex Sentences. Penguji biasanya menilai bagaimana kamu menghubungkan ide, bukan cuma isi jawabannya aja.
Dengan Complex Sentences, kamu bisa:
- Menyampaikan ide lebih detail
- Menunjukkan variasi struktur kalimat
- Terdengar lebih natural dan advanced
- Meningkatkan skor Writing dan Speaking
Definisi Complex Sentences
Secara sederhana, Complex Sentences adalah kalimat bahasa Inggris yang terdiri dari:
- Satu klausa bebas (independent clause)
- Minimal satu klausa terikat (dependent clause)
Klausa bebas bisa berdiri sendiri sebagai kalimat utuh, sedangkan klausa terikat tidak bisa berdiri sendiri karena bergantung pada klausa utama.
Contoh simpel:
She stayed at home because she felt sick.
(Klausa bebas: She stayed at home | Klausa terikat: because she felt sick)
Klausa terikat biasanya diawali oleh subordinating conjunction atau relative pronoun.
Bedanya Complex Sentences dengan Jenis Kalimat Lain
Supaya nggak ketuker, yuk kita bahas perbedaannya dengan kalimat lain.
- Simple Sentence
Simple sentence hanya punya satu klausa bebas.
Contoh:
He drinks coffee every morning.
(Dia minum kopi setiap pagi.)
- Compound Sentence
Compound sentence terdiri dari dua klausa bebas yang dihubungkan coordinating conjunction seperti and, but, or.
Contoh:
She finished her homework, and she went to sleep.
(Dia menyelesaikan PR-nya, lalu tidur.)
- Complex Sentences
Sedangkan Complex Sentences menggabungkan klausa bebas dan klausa terikat.
Contoh:
She went to sleep after she finished her homework.
(Dia tidur setelah menyelesaikan PR-nya.)
Perbedaan utamanya ada di jenis klausa dan konjungsinya.
Cara Membentuk Complex Sentences dari Kalimat Sederhana
Bisa kamu bentuk dari dua simple sentences.
Misalnya:
- Rina studied hard.
- She passed the exam.
Kalau digabung:
Rina passed the exam because she studied hard.
(Rina lulus ujian karena dia belajar dengan giat.)
Kuncinya ada di pemilihan subordinating conjunction yang tepat.
Subordinating Conjunction dalam Complex Sentences
Subordinating conjunction adalah kata penghubung yang memperkenalkan klausa terikat. Kata-kata ini bikin hubungan sebab-akibat, waktu, kondisi, atau perlawanan jadi jelas.
Beberapa subordinating conjunction yang sering dipakai antara lain:
- because (karena)
- although / though (meskipun)
- when (ketika)
- while (sementara)
- if (jika)
- since (sejak / karena)
- before (sebelum)
- after (setelah)
- until (sampai)
Contoh Penggunaan Subordinating Conjunction
- I didn’t go out because it was raining heavily.
(Saya tidak keluar karena hujan deras.) - Although he was tired, he kept working.
(Meskipun dia lelah, dia tetap bekerja.) - She will call you when she arrives.
(Dia akan meneleponmu ketika dia tiba.)
Semua contoh di atas adalah Complex Sentences karena memiliki satu klausa bebas dan satu klausa terikat.
Posisi Klausa dalam Complex Sentences
Klausa terikat bisa diletakkan di awal atau di akhir kalimat.
- Klausa Terikat di Awal
Kalau klausa terikat ada di depan, harus pakai koma.
Contoh:
If you study consistently, you will improve faster.
(Jika kamu belajar secara konsisten, kamu akan berkembang lebih cepat.)
- Klausa Terikat di Akhir
Kalau klausa terikat ada di belakang, tidak perlu koma.
Contoh:
You will improve faster if you study consistently.
(Kamu akan berkembang lebih cepat jika belajar secara konsisten.)
Keduanya sama-sama benar dan sering dipakai dalam Complex Sentences.
Relative Pronouns dalam Complex Sentences
Selain subordinating conjunction, Complex Sentences juga bisa dibentuk menggunakan relative pronouns.
Relative pronouns yang umum digunakan:
- who (untuk orang)
- which (untuk benda/hewan)
- that (untuk orang atau benda)
- whose (kepemilikan)
Klausa yang diawali relative pronoun disebut relative clause.
Jenis Relative Clause dalam Complex Sentences
Relative clause dibagi jadi dua jenis:
- Defining Relative Clause
- Non-defining Relative Clause
- Defining Relative Clause
Defining relative clause adalah klausa yang wajib ada supaya makna kalimat jelas.
Contoh:
People who exercise regularly tend to stay healthier.
(Orang-orang yang rutin berolahraga cenderung lebih sehat.)
Tanpa klausa who exercise regularly, pembaca tidak tahu orang yang mana.
- Non-defining Relative Clause
Non-defining relative clause hanya memberi informasi tambahan. Klausa ini tidak wajib dan biasanya diapit koma.
Contoh:
My laptop, which I bought last year, is already broken.
(Laptop saya, yang saya beli tahun lalu, sudah rusak.)
Kalau klausa tambahan dihapus, kalimat tetap bisa dipahami.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan Complex Sentences
Ada beberapa kesalahan yang sering terjadi yaitu:
- Salah pakai koma
- Menggabungkan dua klausa bebas tanpa conjunction
- Menggunakan relative pronoun yang tidak sesuai
- Kalimat jadi kepanjangan dan tidak jelas
Tipsnya: jangan terlalu memaksakan satu kalimat berisi terlalu banyak ide.
Contoh Complex Sentences
Berikut beberapa contohnya dengan variasi topik:
- She decided to quit her job because she felt unhappy.
(Dia memutuskan berhenti kerja karena merasa tidak bahagia.) - When the meeting ended, everyone left the room.
(Saat rapat selesai, semua orang meninggalkan ruangan.) - The movie that we watched last night was really touching.
(Film yang kita tonton semalam sangat menyentuh.) - Although the test was difficult, he managed to pass it.
(Meskipun ujiannya sulit, dia berhasil lulus.) - I’ll wait here until you come back.
(Aku akan menunggu di sini sampai kamu kembali.)
Tips Menggunakan Complex Sentences di IELTS dan TOEFL
Kalau kamu lagi persiapan tes, berikut tipsnya:
- Jangan pakai di setiap kalimat
- Gabungkan dengan simple dan compound sentence
- Fokus pada kejelasan ide
- Gunakan conjunction yang sesuai konteks
Penguji lebih menghargai kalimat yang jelas dan tepat, bukan yang terlalu ribet tapi membingungkan.
Kesimpulan
Complex Sentences adalah salah satu struktur penting dalam bahasa Inggris yang wajib kamu kuasai kalau ingin naik level. Dengan memahami klausa bebas, klausa terikat, subordinating conjunction, dan relative pronouns, kamu bisa menyusun kalimat yang lebih variatif dan profesional. Semakin sering latihan, semakin otomatis kamu menggunakannya dalam writing dan speaking.
Baca artikel lainnya