Kalau kamu lagi belajar grammar bahasa Inggris, pasti pernah ketemu bagian yang bikin mikir keras, salah satunya Present Subjunctive. Topik ini sering dianggap ribet, padahal sebenarnya konsepnya cukup sederhana kalau dipahami pelan-pelan dan pakai contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Secara garis besar, Present Subjunctive dipakai untuk membicarakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan sekarang, entah itu harapan, keinginan, saran, atau situasi khayalan. Jadi, kalimatnya seolah “berlawanan” dengan fakta yang sedang terjadi.

Di artikel ini, kita bakal ngebahas Present Subjunctive dari nol: mulai dari pengertian, fungsi, pola kalimat, ciri khas verb, sampai perbandingannya dengan conditional sentence. Tenang, bahasanya santai, nggak kaku, dan penuh contoh baru biar makin kebayang.

Apa Itu Present Subjunctive?

Present Subjunctive adalah bentuk kalimat pengandaian yang digunakan untuk menyatakan harapan, keinginan, atau kondisi yang tidak nyata di masa sekarang. Walaupun namanya “present”, bentuk kata kerjanya justru mirip past tense.

Kenapa bisa begitu? Karena dalam grammar Inggris, sesuatu yang tidak nyata di masa kini biasanya “dijauhkan” dari fakta dengan memakai verb bentuk lampau. Jadi jangan heran kalau kamu melihat verb 2 atau “were” di kalimat yang sebenarnya membahas kondisi sekarang.

Contoh gampangnya:

I wish I lived near the beach.
(Faktanya: aku tidak tinggal dekat pantai)

Kalimatnya membahas sekarang, tapi bentuk verb-nya tidak mengikuti aturan simple present biasa.

Fungsi Utama Present Subjunctive

Dalam praktiknya, punya beberapa fungsi penting. Berikut penjelasan singkatnya:

  1. Menyatakan Harapan

Kalimat ini dipakai saat kita berharap sesuatu berbeda dari kenyataan.

She wishes her phone worked properly.
(Kenyataannya: ponselnya bermasalah)

  1. Mengungkapkan Keinginan yang Tidak Terpenuhi

Biasanya muncul bersama kata wish atau if only.

If only I had more free time.
(Faktanya: waktunya terbatas)

  1. Menggambarkan Situasi Khayalan

Digunakan dengan as if atau as though untuk menggambarkan kondisi yang tidak nyata.

He talks as if he were the boss.
(Padahal: dia bukan bos)

  1. Menunjukkan Preferensi

Pola would rather sering dipakai untuk membandingkan kenyataan dengan keinginan.

I’d rather you stayed here tonight.
(Faktanya: kamu tidak tinggal)

Semua fungsi di atas adalah inti dari Present Subjunctive, yaitu membahas dunia “andai-andai”.

Ciri Khas Present Subjunctive

Supaya kamu nggak ketuker dengan tense lain, beberapa ciri khas yang cukup menonjol:

  1. Menggunakan verb bentuk kedua (verb 2)
  2. Kata kerja be selalu berubah menjadi were untuk semua subjek
  3. Fakta dalam kalimat berlawanan dengan kenyataan
  4. Biasanya muncul setelah kata tertentu seperti wish, if only, would rather, as if, dan as though

Pola Kalimat Present Subjunctive

Sekarang kita masuk ke bagian teknis.

  1. Present Subjunctive dengan “Wish”

Pola umum:

Subject + wish/wishes + subject + verb 2 / were

Contoh:

Rina wishes her brother understood her better.
(Faktanya: sang kakak tidak memahami)

  1. Present Subjunctive dengan “If Only”

Pola:

If only + subject + verb 2 / were

Contoh:

If only the weather were nicer today.
(Faktanya: cuacanya buruk)

  1. Present Subjunctive dengan “Would Rather”

Pola:

Subject + would rather + subject + verb 2 / were

Contoh:

I would rather you didn’t mention my name.
(Faktanya: namaku disebut)

  1. Present Subjunctive dengan “As If / As Though”

Pola:

Subject + verb 1 + as if / as though + subject + verb 2 / were

Contoh:

She smiles as if she knew the secret.
(Faktanya: dia tidak tahu)

Keempat pola ini sangat sering muncul, jadi wajib hafal.

Penggunaan “Were” dalam Present Subjunctive

Salah satu bagian paling khas adalah penggunaan kata were. Dalam grammar normal, kita pakai:

  • I → am
  • He / She / It → is
  • You / We / They → are

Tapi dalam Present Subjunctive, semuanya berubah jadi:

were

Contoh:

  • I were
  • She were
  • It were

Contoh kalimat:

If I were richer, I’d travel the world.
(Faktanya: aku tidak kaya)

Ini aturan penting yang sering muncul di soal grammar.

Bare Infinitive dalam Present Subjunctive

Selain penggunaan were, juga sering memakai bare infinitive, yaitu kata kerja dasar tanpa tambahan -s atau -es, meskipun subjeknya orang ketiga tunggal.

Contoh perubahan:

  • goes → go
  • reads → read
  • is → be
  • are → be

Contoh kalimat:

The teacher suggested that he study harder.

Di sini, study tidak berubah menjadi studies. Ini salah satu ciri khasnya yang sering bikin bingung pemula.

Present Subjunctive vs Conditional Sentence

Dalam percakapan sehari-hari, banyak penutur bahasa Inggris yang lebih memilih conditional sentence daripada Present Subjunctive. Alasannya simpel: conditional terdengar lebih natural dan modern.

Bandingkan contoh berikut:

Subjunctive:

I wish my boss were more patient.

Conditional:

I wish my boss could be more patient.

Maknanya sama, tapi versi conditional terasa lebih santai dan sering dipakai dalam speaking.

Walaupun begitu, Present Subjunctive masih sering muncul di:

  • tulisan formal
  • ujian grammar
  • teks akademik
  • struktur bahasa klasik

Makanya, tetap penting buat dipahami.

Jenis-Jenis Subjunctive Secara Umum

Biar nggak bingung, berikut beberapa jenis subjunctive yang sering dibahas:

  1. Counterfactual

Menyatakan kondisi yang bertentangan dengan kenyataan.

If she were taller, she’d join the team.

  1. Imperative Subjunctive

Digunakan untuk perintah atau permintaan.

The manager insists that everyone arrive on time.

  1. Necessity

Menunjukkan kebutuhan atau keharusan.

It is important that he be honest.

  1. Suggestion

Digunakan untuk memberi saran.

They recommend that she take a break.

  1. Supposition

Menyatakan dugaan atau kemungkinan.

Suppose he were wrong about the plan.

  1. Wish

Mengungkapkan harapan yang tidak nyata.

I wish it weren’t raining.

Dari semua jenis sering dipakai untuk konteks harapan dan pengandaian saat ini.

Kesalahan Umum dalam Present Subjunctive

Banyak pelajar bahasa Inggris sering melakukan kesalahan berikut:

  1. Menggunakan was вместо were
  2. Menambahkan -s pada verb
  3. Salah memahami waktu kejadian
  4. Menganggap semua subjunctive itu past tense

Contoh salah:

If I was you, I would quit.

Contoh benar:

If I were you, I would quit.

Kesalahan kecil seperti ini sering muncul di ujian, jadi perlu diperhatikan.

Tips Supaya Jago Present Subjunctive

Biar makin lancar, coba tips berikut:

  • Fokus ke makna, bukan cuma rumus
  • Ingat: tidak nyata = verb 2 / were
  • Banyak latihan bikin kalimat sendiri
  • Bandingkan dengan conditional sentence
  • Jangan takut salah saat latihan speaking

Semakin sering dipakai, akan terasa lebih natural.

Kesimpulan

Present Subjunctive adalah bagian penting dari grammar bahasa Inggris yang digunakan untuk menyatakan harapan, keinginan, dan kondisi yang tidak sesuai dengan kenyataan saat ini. Walaupun bentuk verb-nya mirip past tense, maknanya jelas mengarah ke masa sekarang.

Dengan memahami pola, fungsi, dan ciri khasnya, kamu nggak cuma bisa menghindari kesalahan, tapi juga bisa memahami teks bahasa Inggris dengan lebih baik. Jadi, meskipun jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari.

Baca artikel lainnya

Panduan Belajar Compound-Complex Sentence dengan Mudah